Pembaruan Windows 10: Microsoft Fokus Pada Pengembangan Windows 11

Pengembangan Windows 11
Advertisements

Keputusan Microsoft untuk menghapus pembaruan non-keamanan untuk beberapa versi Windows 10 merupakan tindakan yang logis. Ini di lakukan dalam upaya perusahaan untuk fokus pada pengembangan Windows 11. Hal ini di umumkan baru-baru ini di Windows Health Dashboard. Pembaruan non-keamanan hanya akan tersedia untuk versi Windows 10 22H2, yang saat ini menjadi versi terbaru dari Windows 10.

Selain itu, Microsoft juga menyatakan bahwa setelah 20 Maret 2023, tidak akan ada lagi pembaruan preview non-keamanan yang opsional. Ini berlaku untuk edisi yang di dukung dari Windows 10 versi 20H2 dan Windows 10 versi 21H2. Hanya pembaruan keamanan bulanan yang kumulatif yang akan berlanjut untuk versi ini. Sementara itu, Windows 10 versi 22H2 akan terus menerima rilis keamanan dan opsional.

Walaupun demikian, perangkat yang masih menjalankan Windows 10 akan tetap di dukung oleh Microsoft sesuai dengan kebijakan dukungan asli. Perangkat tersebut akan di bekali dengan perbaikan bug dan patch keamanan sampai Oktober 2025. Setelah itu, pembaruan ke rilis yang lebih baru akan menjadi satu-satunya pilihan.

“Untuk pelanggan yang menggunakan PC yang tidak akan di upgrade, dan yang tidak siap untuk beralih ke perangkat baru, Windows 10 adalah pilihan yang tepat. Kami akan mendukung Windows 10 sampai 14 Oktober 2025 dan baru-baru ini kami mengumumkan bahwa update fitur berikutnya untuk Windows 10 akan datang tahun ini. Apapun yang Anda putuskan, kami committed untuk mendukung Anda dan menawarkan pilihan dalam perjalanan komputasi Anda,” ujar Microsoft dalam pengumuman rilis Windows 11 tahun 2021.

Advertisements

Jelaslah bahwa dengan keputusan ini, Microsoft ingin fokus pada pengembangan Windows 11. Selain itu, pihak microsoft memberikan dukungan yang lebih baik bagi pengguna yang telah beralih ke sistem operasi terbaru tersebut. Namun, perusahaan juga tetap memperhatikan kebutuhan pengguna yang masih menggunakan Windows 10 dan memberikan dukungan yang cukup sampai tahun 2025.